Fairy tail.

From fairest creatures we desire increase, that thereby beauty's rose might never die

Lucy

But as the riper should by time decease, his tender heir might bear his memory

Natsu

Within thine own bud buriest thy content and, tender churl, makest waste in niggarding

Erza Scarlet

Making a famine where abundance lies, thyself thy foe, to thy sweet self too cruel

Happy

Thou that art now the world's fresh ornament and only herald to the gaudy spring

GALERI Kartun - Goal Indonesia

Kamis, 24 April 2014
Posted by Unknown
'The Chosen One' Sudah 'Gone'

Saat pertama kali diperkenalkan sebagai pengganti Sir Alex Ferguson, David Moyes langsung dilabeli oleh fans Manchester United sebagai The Chosen One, yang terpilih.

Hanya saja, seiring berjalannya waktu, apa yang diberikan mantan manajer Everton itu lebih banyak menguntungkan klub lain dibanding United sendiri.

Lihat saja bagaimana 'Setan Merah' menyerahkan belasan poin, bahkan sampai puluhan angka, untuk tim rival. Liverpool, Manchester City bahkan Everton sampai dua kali meraih kemenangan baik di laga tandang mau pun kandang.

Moyes pun disorot. Spanduk yang ada di tribun penonton, yang menyebut dirinya The Chosen One, mulai digoyang. Hingga pada akhirnya keputusan talak dari manajemen United dikeluarkan kemarin sore.

Sekarang, tak ada lagi 'The Chosen One', yang sudah digantikan dengan 'The Chosen Gone'.

Spanduk David Moyes Telah Diturunkan Dari Old Trafford

Posted by Unknown
Spanduk "The Chosen One" diturunkan.
Spanduk bertuliskan "Chosen One", yang mengarah para Sir Alex Ferguson yang menunjuk Moyes, akhirnya diturunkan dari Old Trafford.

Spanduk yang sebenarnya didedikasikan untuk David Moyes akhirnya dicabut dari Old Trafford setelah Manchester United memutus kontrak sang pelatih, Selasa (22/4) lalu.

Spanduk bertuliskan "Chosen One", yang mengarah para Sir Alex Ferguson yang menunjuk Moyes, akhirnya diturunkan dari Stretford End.

Grup bendera Stretford End, yang membayar untuk pemasangan spanduk itu,berencana untuk menggantinya dengan mural legenda United, Sir Bobby Charlton.


United resmi memecat Moyes walau sang manajer belum genap melatih 10 bulan setelah timnya menelan kekalahan kelima belas di semua kompetisi selama masa kepemimpinannya.

Ini Alasan Manchester United Memecat David Moyes

Selasa, 22 April 2014
Posted by Unknown
ANALISIS: Ini Alasan Manchester United Memecat David Moyes
Pihak manajemen memiliki berbagai alasan untuk memberhentikan Moyes dari kursinya sebagai manajer Manchester United.

Seiring hasil memalukan dan memprihatinkan yang sebelumnya terjadi, maka kekalahan dari Everton pada akhir pekan lalu membuat masa depan David Moyes hancur jelang dibukanya jendela transfer musim panas keduanya.

Bagi para petinggi United, Moyes bagaikan orang mati yang masih berdiri selama paling tidak satu bulan.

Tidak dapat dipungkiri apabila hasil-hasil buruk yang diraih – di mana berbagai rekor yang tidak diinginkan di Liga Primer tercipta – menjadi faktor untuk memberhentikan sang manajer yang baru saja menjalani laga ke-51 nya bersama Setan Merah pada akhir pekan kemarin.

Berkali-kali di musim ini Moyes bersedia untuk disalahkan atas performa buruk yang ditunjukkan oleh pasukan tinggalan Sir Alex Ferguson – yang sebelumnya sukses menjadi juara dengan keunggulan 11 poin dan lantas tereliminasi dari semua kompetisi pada akhir Januari.

Sebagaimana wakil kepala eksekutif Ed Woodward yang ikut promosi di musim panas kemarin, maka Moyes pun tak ragu untuk merombak departemen pemandu bakat United selagi berbicara ke publik bahwa hal tersebut tak usah dipermasalahkan, juga ia yang begitu percaya diri bila pemain-pemain baru bisa didatangkan di musim panas.

Budget sebesar £100 juta sudah disiapkan sebagaimana Moyes yang saat konferensi pers selalu menekankan kebutuhan untuk merestrukturisasi klubnya. Rencana pendatangan pemain pun tidaklah main-main, karena paling tidak ada enam pemain kelas dunia di atas 25 tahun, yang awalnya bakal diusahakan kedatangannya. Dari dana yang disiapkan tersebut, £65 juta sudah digunakan untuk mendatangkan Marouane Fellaini dan Juan Mata, serta memberi mega kontrak untuk Wayne Rooney.

Dalam delapan tahun masa kepemilikan keluarga Glazer, transfer rata-rata Ferguson ada di bawah angka £20 juta per musim. Adapun, angka tersebut tak berlaku bagi Moyes, yang menghabiskan banyak pengeluaran melebihi Ferguson di satu musim panas tunggal.

Jika logika tersebut tidak dipermasalahkan oleh pemilik yang kurang begitu berminat dalam sepakbola selain mengutamakan keuntungan ketimbang kesenangan, maka kemampuan untuk menghancurkan laba dari seorang Moyes bisa disebut sebagai biang keladi dalam hilangnya pekerjaan yang dia miliki.

Dari sekian banyak permintaan Moyes sebagai manajer, yang pertama ia lakukan adalah untuk mempertahankan Luis Nani dan mengganjarnya dengan kontrak yang sangat menggiurkan untuk ukuran pemain profesional. Dan kurang dari sebulan jelang musim Liga Primer, Moyes berselisih dengan pemain internasional Portugal itu dan lantas meminta pihak direksi untuk menjualnya. Jika ditotal, maka pria Skotlandia itu hanya memberi Nani enam laga sebagai starter.

Sementara itu, Ashley Young diberi 12 kali kesempatan, Shinji Kagawa 11 dan Javier Hernandez lima sebagaimana mereka tengah berada di masa produktif dalam kariernya. Kesemua pemain itu juga disebut sebagai aset utama di bawah Ferguson. Namun semuanya lantas redup sebagaimana Moyes yang terus memarkir mereka sepanjang musim.

Dalam penanganannya terhadap Rooney, Moyes memberlakukan pendekatan yang berbeda – meski di kala Ferguson berkuasa ia mengkhawatirkan sikap Rooney saat latihan, gaya hidup dan pihak klub yang membuatnya sebagai salah satu olahragawan paling kaya di dunia. Saat Moyes datang, Rooney justru ingin hengkang.

Moyes pun mencoba bersikap baik dengan cara membuatnya merasa istimewa lagi. Namun, ia justru menjadikan Robin van Persie tidak penting, meski di masa Ferguson striker Belanda itu lah yang berjasa dalam menghadirkan gelar juara; selagi Roney yang lantas menjadi fokus utama sebagaimana Moyes yang kemudian mengembalikan status orang Inggris tersebut.

Seperti menjadi jelas bahwa pemain yang bertabrakan dengan keinginan Ferguson dan berbalik arah hingga memenangkan tuntutan perpanjangan kontrak dua kali, sekaligus menjadikannya pemain dengan bayaran termahal, membuat ketidakpuasan terhadap Moyes menguat. Perbincangan di antara pemain senior sendiri diyakini bahwa bos baru mereka tidak memahami esensi dari United sebagai sebuah klub sepakbola – yakni klub lebih besar daripada pemain.

Dalam penanganannya terhadap Rooney, pemilihan pemain, taktik yang terlalu berhati-hati, manajemen pemain dan perkataannya, maka para pemain bisa melihat sisi yang bertentangan dengan apa yang mereka lihat dari seorang Ferguson. Secara bertahap, kegelisahan pun menyelimuti pemain senior – Ryan Giggs menjadi salah satu dari mereka – dan hal itu berbuah konsensus bahwa Moyes adalah sosok yang salah untuk mengisi posisi tersebut. Pada akhirnya, keputusan pun dibuat oleh dewan direksi bahwa pergantian manajer menjadi sangat penting.


Pimpinan United pun memikirkan hal yang sama. Pada bulan Maret, tindakan pencegahan yang masuk akal untuk menggantikan Moyes telah dimulai. Pada akhir bulan itu, perkataan dalam klub adalah bahwa Moyes seperti orang ‘mati’ dan kontrak enam tahunnya yang diberikan keluarga Glazer harus dibayar mahal karena diputus sebelum musim panas.

SPESIAL: Roller Coaster Manchester United Di Era David Moyes [Goal.com]

Posted by Unknown
Moyes hanya mampu bertahan sepuluh bulan.
Simak lini masa karier singkat tapi tak memuaskan dari seorang David Moyes bersama Manchester United.

Selesai sudah sepuluh bulan penuh tekanan David Moyes di Manchester United. Selasa (22/4) ini, manajer berusia 50 tahun ini resmi didepak oleh manajemen Setan Merah setelah melakoni periode menyulitkan sepanjang musim 2013/14. 

Pemecatan ini dilakukan menyusul kekalahan 2-0 dari Everton yang ironisnya merupakan klub yang sepuluh tahun lebih dilatih Moyes. United pun terpuruk di posisi ketujuh klasemen Liga Primer Inggris dengan musim menyisakan empat partai dan masih terpaut 13 poin di belakang urutan empat besar. Alhasil, United dipastikan gagal lolos ke Liga Champions untuk pertama kali sejak 1995 dan juga akan finis di luar tiga besar untuk pertama kali sejak era Liga Primer. 

Sepanjang musim, United gagal menunjukkan tajinya sebagai klub adidaya seperti di era Sir Alex Ferguson, pendahulunya yang menunjuk langsung Moyes pada Mei tahun lalu. Tapi, seperti sebuah kehidupan, karier singkat Moyes berputar seperti roda, kadang di bawah kadang di atas. 


Untuk itu, Goal Indonesia mencoba menilik masa-masa 'roller coaster' pria bernama lengkap David William Moyes ini selama sepuluh bulannya di United - mulai dari tampil jeblok di Old Trafford hingga sempat mencatatkan diri sebagai tim dengan catatan tandang terbaik di EPL musim ini. Simak!

 
BAIK-BAIK SAJA
Segalanya tampak baik-baik saja ketika Moyes dan Robin van Persie berpose bersama trofi pertamanya menyusul kemenangan 2-0 atas Wigan Athletic di Community Shield pada Agustus lalu. Setelah itu, Red Devils mengawali EPL musim 2013/14 dengan kemenangan 4-0 atas Swansea City. Moyes tak bisa meminta lebih soal hasil dua partai ini. Masa depan sang suksesor Sir Alex ini tampak cerah.

KEKALAHAN PERTAMA
Moyes terjatuh untuk pertama kalinya sebagai bos United hanya dalam tiga partai pertamanya di EPL. Adalah sang rival abadi Liverpool yang membuat United takluk 1-0 di Anfield pada 1 September. Kita masih belum bisa menebak kelanjutan cerita ini. Hingga sampai periode krusial April ini, barulah kita tahu bahwa kedua klub dan pelatih ini menuju ke arah yang berlawanan.

BENCANA DERBY DAN DIPERMALUKAN WBA
Hanya beberapa hari setelah mencatatkan kemenangan perdana di Liga Champions (menang 4-2 atas Bayer Leverkusen), Moyes membawa United takluk 4-1 dari Manchester City. United lalu bangkit dengan menyingkirkan Liverpool di Piala Liga, tapi kembali takluk 2-1 secara mengejutkan dari West Bromwich Albion. Untuk pertama kali, rumor pemecatan Moyes muncul.

JANUZAJ SANG PENYELAMAT
Akhirnya, Moyes punya ruang bernapas lega berkat kegemilangan debutan muda bernama Adnan Januzaj. Dua golnya ke gawang Sunderland menandai comeback gemilang di Stadium of Light guna mengamankan tiga poin krusial. Moyes mendapat pujian karena mampu menaruh kepercayaan kepada Januzaj sekaligus mengorbitkan sang wonderkid.

AKHIRNYA MEMUASKAN DI KANDANG
Setelah mendapat hasil kandang mengecewakan dari Southampton, United akhirnya menemukan performa terbaik di Old Trafford dengan mencatat empat kemenangan berturut-turut di semua kompetisi, termasuk hasil 1-0 kontra Arsenal via sundulan Robin van Persie. Ini adalah kali pertama Moyes mulai melepas tekanan yang ada di pundaknya.

LANGSUNG JEBLOK LAGI
Saat mengandaskan Leverkusen 5-0 untuk lolos ke knock-out UCL, situasi tumbuh semakin cerah. Akan tetapi, Moyes harus menanggung malu ketika Roberto Martinez, suksesornya di Everton, meraih hasil yang tidak pernah didapatkannya bersama The Toffees: kemenangan di Old Trafford. Tiga hari berikutnya, United kembali takluk 1-0 di tempat yang sama, kali ini dari Newcastle. Skeptisme kian merebak.

ENAM KALI BERUNTUN
Tekanan yang ada kembali terbebas menyusul enam kemenangan berturut-turut yang diraih United di semua kompetisi, termasuk kemenangan atas Shakhtar Donetsk yang memastikan United sebagai pemuncak Grup A Liga Champions. Harapan untuk finis di urutan empat besar EPL terus membuncah.

JANUARI PILU
United yang tengah dirasuki optimisme tinggi pasca pergantian tahun, lagi-lagi harus terjatuh setelah menelan tiga kekalahan beruntun dengan skor identik, 2-1. Setelah dikalahkan Tottenham di EPL, giliran Swansea dan Sunderland yang membuat United merana di Piala FA dan Piala Liga. Posisi Moyes sekali lagi terancam.

FLUKTUASI DAN TRAGEDI YUNANI
Performa naik-turun United terus berlanjut. Alarm berdering paling keras ketika United tampil sangat, sangat buruk saat ditekuk tuan rumah Olympiakos 2-0 dalam leg pertama 16 besar Liga Champions. Untungnya, di pertemuan kedua United sanggup membalas seiring kemenangan 3-0 di Old Trafford, membalikkan keadaan, dan melaju ke perempat-final.

AWAL DARI AKHIR
United, secara memalukan, mengalami dua kekalahan kandang berturut-turut dengan skor 3-0, yakni kala takluk dari Liverpool yang dilanjutkan kekalahan dari Manchester City. Kemenangan rival abadi dan rival sekota United tersebut benar-benar membuat posisi Moyes semakin di ujung tanduk. Inilah titik awal dari akhir era Moyes.

SECUIL HARAPAN TERAKHIR
Moyes, yang tampak seperti mayat hidup berjalan, terus menghindari pemecatan ketika mampu membawa United menahan imbang 1-1 sang jawara bertahan Liga Champions Bayern Munich di leg pertama perempat-final. Dilanjutkan dengan kemenangan impresif 4-0 atas tuan rumah Newcastle, menjadikan United sebagai tim dengan catatan tandang terbaik di EPL. Masih ada harapan!

PAMUNGKAS
Usai tereliminasi dari Liga Champions, Moyes punya waktu sepuluh hari untuk kembali fokus ke EPL sebagaimana ia akan 'pulang kampung' ke Goodison Park untuk menghadapi Everton. Nyatanya, United keok 2-0 dan inilah laga pamungkas Moyes yang ironisnya terjadi di tempat yang pernah melambungkan namanya. Bye!

Daftar Calon Suksesor David Moyes, Siapa Yang Akan Ditunjuk?

Posted by Unknown
POLLING: Inilah Daftar Calon Suksesor David Moyes, Siapa Yang Akan Ditunjuk?
Dengan David Moyes telah dipersilakan angkat kaki, Manchester United kini mulai memburu pelatih baru untuk menangani tim musim depan.

Diserahi kontrak berdurasi enam tahun, David Moyes akhirnya mesti meletakkan jabatan sebagai bos Manchester United jauh lebih cepat dari durasi yang tertera di surat kerjanya.

Kabar pemecatan Moyes yang telah beredar luas sedari Senin kemarin, menyusul kekalahan 2-0 dari tuan rumah Everton, menjadi kenyataan pada hari ini setelah klub memberikan rilis resmi melalui akun Twitter.

Pemutusan hubungan kerja ini sejatinya tidak mengherankan karena Moyes mencatat serentetan hasil mengecewakan yang membuat klub dipastikan nihil gelar. Hasil negatif di Goodison Park juga memastikan Setan Merah gagal menembus Liga Champions musim depan, alias pertama kalinya setelah 18 tahun. Lengkap sudah torehan buruk United di tangan Moyes dan kekalahan ke-11 di Liga Primer Inggris musim ini tersebut menjadi penentuan nasib pria Skotlandia itu.

United telah memercayakan gelandang veteran Ryan Giggs untuk memegang kemudi tim sebagai manajer anterim hingga berakhirnya kampanye 2013/14 ini, namun yang menarik ditunggu adalah siapa yang bakal menjadi bos permanen mulai musim mendatang.

Terkait hal ini, hierarki Old Trafford diyakini telah mulai menyortir daftar kandidat potensial untuk membesut tim dalam jangka panjang.

Setidaknya lima nama top disebut-sebut masuk bidikan United, yaitu pembesut Juventus, Antonio Conte, Jurgen Klopp (Borussia Dortmund), Diego Simeone (Atletico Madrid), Laurent Blanc (Paris Saint-Germain), serta Louis van Gaal (Belanda).

Figur pertama menjulang berkat kinerja mengilapnya mengarsiteki Juventus, yang merajai Serie A dalam dua tahun ke belakang dan berpeluang besar mengunci hat-trick scudetto musim ini.

Sementara Klopp, sang pengusung sepakbola "heavy metal", membangunkan Dortmund dari tidur panjang untuk kembali menjadi salah satu kekuatan utama di Bundesliga. Selain dua trofi Deutscher Meister, Klopp juga membawa Marco Reus cs. mencapai final Liga Champions musim lalu dan pada kampanye terkini Dortmund telah melangkah ke babak puncak DFB-Pokal untuk berhadapan dengan Bayern Munich.

Simeone menanamkan mental juara dan semangat pantang menyerah ke dalam skuat Atletico yang menjadi paket kejutan di La Liga serta Liga Champions musim ini. Los Colchoneros saat ini memuncaki klasemen liga domestik mengungguli duo tradisional Barcelona dan Real Madrid, serta menembus semi-final UCL untuk kali pertama setelah empat dekade.

Blanc merupakan eks palang pintu United yang sekarang menukangi PSG dan telah mempersembahkan dua gelar untuk raksasa ibu kota Prancis sejak menggantikan Carlo Ancelotti awal musim ini, yaitu Trophee des Champions alias Piala Super Prancis dan Coupe de la Ligue.

Last but not least, Van Gaal adalah pelatih asal Belanda yang sudah terbukti kapasitasnya di level atas lewat periode sukses bersama Ajax Amsterdam, Barcelona, AZ Alkmaar, dan Bayern Munich. Kontraknya sebagai arsitek Oranje akan selesai pasca-Piala Dunia 2014 dan ia telah mengungkapkan ketertarikan untuk merambah sepakbola Inggris sebelum pensiun.


Selain mereka yang disebut di atas, banyak pelatih top lainnya yang dikabarkan masuk monitor United, termasuk Pep Guardiola yang mengantar Bayern menjungkalkan Red Devils di perempat-final Liga Champions musim ini, dan pembesut Real Madrid, Carlo Ancelotti.

Daftar Rekor Yang Dipecahkan David Moyes Bersama Manchester United

Posted by Unknown
David Moyes
Apakah Moyes terhitung sukses di Manchester United, atau gagal total? Yang pasti, sudah ada sejumlah rekor yang dipecahkannya. Apa saja?

David Moyes akhirnya meninggalkan Manchester United. Pihak klub memastikan kepergian Moyes melalui akun Twitter mereka sore ini.

Dari pernyataan United, Moyes disebut meninggalkan klub, bukannya klub yang memecat pelatih 50 tahun itu.

Tapi, apa pun itu, Moyes sudah meninggalkan sejumlah catatan rekor di Manchester United, terlepas apakah rekor tersebut memiliki kesan positif atau negatif.


Manchester United Dekati Pep Guardiola

Posted by Unknown
Manchester United Dekati Pep Guardiola
Kubu United akan ‘merayu’ Guardiola untuk mengisi kursi manajer yang baru saja ditinggalkan David Moyes.

Setelah memastikan kepergian David Moyes dari kursinya sebagai manajer, Manchester United kini dikabarkan akan menilik kesempatan untuk merayu pelatih Bayern Munich Pep Guardiola.

Menurut laporan seperti dilasnir Daily Telegraph, klub penghuni Old Trafford itu akan mengecek ketersediaan pria asal Spanyol tersebut sebelum beralih ke target yang lebih realistis.

United sendiri sejatinya sempat dikaitkan dengan Pep ketika ia masih menganggur dan belum ditunjuk sebagai juru taktik tim Bavaria pada awal 2013. Kala itu, tim Setan Merah memang berusaha mencari manajer baru untuk menggantikan Sir Alex Ferguson sebelum akhirnya menghadirkan Moyes ke Theatre of Dreams.

Kini setelah Moyes pergi, pelatih Louis van Gaal disebut tertarik untuk mengisi kekosongan tersebut, selagi Diego Simeone yang membawa Atletico Madrid tampil gemilang juga masuk dalam pertimbangan.

Namun sebelum itu, The Red Devils bakal mendekati Pep terlebih dahulu. Dan jika gagal, baru lah mereka mengalihkan pandangan ke yang lain.

Untuk sementara, jabatan manajer yang kosong tersebut akan dipegang oleh Ryan Giggs hingga akhir musim ini.